Kamis, 13 November 2014


Rabu, 29 Oktober 2014


definisi khalifah


NO
NAMA
GAMBAR
DEFINISI
1
Al-Mustanshir II
(1261-1262 M)



Al-Mustanshir II dikenal dengan nama Al-Mustanshir Billah, bergelar Abu al-Qasim, dengan nama lengkap Ahmad bin Azh-Zhahir Biamrillah Abu Nashr Muhammad bin an-Nashir Lidinillah adalah Khalifah Bani Abbasiyah pertama yang berkuasa dari 1261sampai 1262 dan dilantik di KairoMesir, setelah penaklukan Baghdad oleh orang Mongolpada tahun 1258. Khalifah berhasil menaklukkan al-Haditsah, lalu Hita. Saat itulah datang tentara Mongol, dimana kedua pasukan bertempur sengit. Sebagian kaum muslimin terbunuh dalam pertempuran itu. Sedangkan khalifah sendiri dihukum pancung. Tetapi ada pula yang menyatakan bahwa dia selamat dan melarikan diri.
Peristiwa ini terjadi pada 3 Muharram 660 H /28 November 1261. Dengan demikian dia hanya menjabat sebagai khalifah dalam waktu tiga bulan lebih.

2
Al-Hakim I
(1262-1302 M)



Al-Hakim I adalah khalifah abasiyah di Mesir (mamluk) yang berkuasa antara tahun 1262-1302 M.
Ketika Al-Multanshir wafat, Al-Hakim berangkat ke Rahbah. Dia mendatangi Isya bin Muhanna. Sultan bayibars kemudian meminta lagi Al Hakim datag ke Mesir. Al Hakim datang disertai oleh anak dan pengikutnya dan disambut sultan dengan penuh hormat dan segerah dibaiat menjadi khalifa dan ditempatkan dibenteng yang kokoh. Sejak itu keturunannya selam masa dua setengah abad dibaiat menjadi khalifah,teapi tidak mempunyai pengaruh sehingga kalangan sejarawan menyebutnya khalifah bayangan.

3
Al-Mustakfi II
(1302-1340 M)




Abu ar-Rabi' Sulaiman al-Mustakfi Billah bin al-Hakim Biamrillah  atau lebih dikenal dengan Al-Mustakfi II (lahir pada bulan Muharram 684 Hwafat di Qush pada bulan Sya'ban 740 H/1340) adalah seorang Khalifah Abbasiyah di Kairo,Mesir pada tahun 1302-1340.
Khalifah yang telah mempelajari beberapa ilmu ini dilantik menjadi khalifah pada bulan Jumadal Ula 701 H/1302, sesuai wasiat ayahnya. Namanya sering disebut-sebut dalam khutbah diMesir maupun di Syam.

4
Al-Watsiq II
(1340-1341 M)



Abu Ishaq Al-Watsiq Billah Ibrahim bin Waliyyi al-'Ahdi al-Mustamsik Billah Abu Abdillah Muhammad bin al-Hakim Biamrillah Abu al-'Abbas Ahmad atau lebih dikenal denganIbrahim dan memiliki gelar Al-Watsiq II adalah seorang Khalifah Abbasiyah di KairoMesirpada tahun 1340-1341.
Al-Watsiq II di angkat sebagai putra mahkota oleh kakeknya yaitu Al-Hakim I, dengan anggapan bahwa cucunya itu mampu mengemban tugas-tugas khalifah. Namun setelah dicoba, ternyata ia tidak mampu, sehingga al-Hakim I segera mencopotnya dari jabatan putra mahkota, lalu diberikan kepada putranya yang lain, yaitu Al-Mustakfi II, paman Al-Watsiq II. Ibrahim tidak layak menjadi calon khalifah karena dikenal sebagai sosok yang banyak bermain dan berakhlak rendah. Ibrahim inilah yang kemudian menyebarkan fitnah tentang Khalifah al-Mustakfi II, yang tidak lain adalah pamannya, kepada sultan sehingga timbul konflik dan perseteruan antara khalifah dengan sultan yang sebelumnya mereka berdua seperti dua bersaudara. Ketika al-Mustakfi II meninggal dunia di kota Qush. maka Ahmad, putranya, menggantikannya menjadi khalifah sesuai dengan wasiat ayahnya. Namun sultan mengabaikan putusan al-Mustakfi II, ia malah membai'at Ibrahim sebagai khalifah dengan diberi gelar Al-Watsiq Billah.

5
Al-Hakim II
(1341-1352 M)



Abu al-'Abbas Ahmad al-Hakim Biamrillah bin al-Mustakfi  atau lebih dikenal dengan Ahmaddan memiliki gelar Al-Hakim II adalah seorangKhalifah Abbasiyah di KairoMesir pada tahun1341-1352.Pada saat kepemimpinan Al-Watsiq II, sultan menyesali keputusannya mengangkat Al-Watsiq II sebagai khalifah. Maka ia memecat Ibrahim dari jabatan khalifah dan mengangkat Ahmad sebagai penggantinya dengan gelar al-Hakim II. Peristiwa ini terjadi pada bulan Muharram 742 H
6
Al-Mu’tadid I
(1352-1362 M)





1352 Masehi adalah tahun pada milenium ke-2,abad ke-14, dan dekade 1350-an dalam kalender Gregorian.

Peristiwa

Kelahiran

Kematian





7
Al-Mutawakkil I





Abu Abdillah Muhammad al-Mutawakkil 'Alallah bin al-Mu'tadhid Billah adalah seorangKhalifah Abbasiyah di KairoMesir yang menjabat dalam waktu yang sangat panjang yaitu 45 tahun, yang diselingi dengan masa pemberhentian dan pemenjaraan. Masa kekuasaannya adalah pada tahun  1362 – 1377M menggantikan khalifah Al-Mu’tadid I,1377 -1383 M menggantikan khalifah Al-Musta’shim II,dan 1389 - 1406 M menggantikan khalifah Al-musta’shim II pada periode kedua masa kepemimpinanya pada tahun1386-1389.

8
Al-Musta’shim II


Abu Yahya Zakaria Al-Musta'shim Billah bin Ibrahim al-Watsiq Billah bin al-Mustamsik Billah bin al-Hakim Biamrillah adalah seorang KhalifahAbbasiyah di KairoMesir pada tahun 1377dan pada tahun 1386 – 1389.

9
Al-Watsiq III
(1383-1386 M)

Umar al-Watsiq Billah bin Ibrahim al-Mustamsik Billah bin al-Hakim Biamrillah) adalah seorangKhalifah Abbasiyah di KairoMesir pada tahun1383 - 1386.
Ia dilantik sebagai khalifah setelah pencopotan saudaranya pada bulan Rajab tahun 785H/1383. Sejak tahun tersebut ia menjadi khalifah sampai tutup usia bulan Syawal tahun 788 H.

10
Al-Musta’in
(1406-1414 M)

Al-Musta'in adalah khalifah Abbasiyah dari tahun (1406-1414 M). Setelah mangkatnya pendahulunya al-Muntashir, para tetua Turki membentuk dewan untuk menentukan penggantinya: bukan al-Mu'tazz, ataupun saudaranya yang lain; sehingga mereka memilih al-Musta'in, cucu al-Mu'tasim Billah yang lain.Ia dihukum mati pada tahun 866, atas perintah al-Mu'tazz yang mengkhianatinya.

11
Al-mu’tadhid III
(1414-1441 M)

Abu al-Fath Dawud al-Mu'tadhid Billah bin al-Mutawakkil 'Alallah (Wafat pada Rabiul Awwal 845H/1441) adalah seorang Khalifah Abbasiyah diKairoMesir pada tahun 1414-1441.
Al-Mu'tadhid dilantik menjadi khalifah setelah pencopotan saudaranya Al-Musta'in II pada hari Kamis, 16 Dzulhijjah 816 H, dalam riwayat lain pada tahun 815 H. Yang menjadi sultan ketika itu adalah al-Muayyid.


12
Al-Mustakfi III
(1441-1451 M)

Abu ar-Rabi' Sulaiman al-Mustakfi Billah bin al-Mutawakkil 'Alallah  (lahir pada tahun 791 H dan wafat pada hari Jum'at, 25 Dzulhijjah 854 H/29 Januari 1441) adalah seorang Khalifah Abbasiyahdi KairoMesir pada tahun 1441-1451.[1] Ia dilantik menjadi khalifah atas wasiat saudara kandungnya."
Al-Mustakfi III dinilai sebagai pribadi yang memiliki nilai-nilai kesalehan. Sangat taat beragama dan dikenal ahli ibadah. Banyak membaca al-Qur'an, banyak mengerjakan salat, dan bermunajat kepada Allah. Al-Mu'tadhid III menggambarkan perilaku saudaranya itu sebagai berikut, Saya tidak pernah melihat sejak kecilnya Sulaiman melakukan dosa besar."


13
Al-Qa’im I
(1451-1455 M)

Abu al-Baqa Hamzah al-Qaim Biamrillah bin al-Mutawakkil 'Alallah (wafat pada tahun 863 H) adalah seorang Khalifah Abbasiyah di KairoMesirpada tahun 1451-1455.
Al-Qaim dikenal sangat pemberani dan keras, namun tidak mampu menegakkan khilafah, kecuali beberapa sisinya saja. Dia terkenal kejam. Sifat yang berbeda dengan saudara-saudaranya.
Pada masa pemerintahannya, Sultan Malik azh-Zhahir Jaqmaq wafat pada awal tahun 857 H. Maka Utsman, anaknya dilantik menggantikannya dengan gelar al-Manshur. Tetapi ia berkuasa begitu singkat, yaitu menjadi sultan hanya satu setengah bulan saja. Penyebabnya ialah karena kekuasaanya direbut oleh Inal bahkan Inal menangkapnya. Kemudian khalifah mengangkat Inal sebagai sultan pada Rabiul awal. Gelarnya adalah al-Asyraf.
Setelah itu terjadi perseteruan antara dia dengan khalifah. Perseteruan terjadi karena ada beda pendapat tentang pasukan. Akibatnya pada bulanJumadal akhir tahun 859 H khalifah dilengserkan. Lalu dipenjarakan di Iskandariah sampai wafat pada tahun 683 H. Jenazahnya dikuburkan dekat kuburan saudaranya, Al-Musta'in II.
Uniknya, kedua kakak-beradik ini adalah dua khalifah yang dicopot dari jabatannya. Lalu keduanya sama-sama dimasukkan ke penjara di kota yang sama, dan jenazahnya dikuburkan juga di kota yang sama.

14
Al-Mustanjid II
(1455-1479 M)

Abu al-Mahasin Yusuf al-Mustanjid Billah bin al-Mutawakkil 'Alallah (wafat pada hari Sabtu, 14Muharram 888 H/22 Februari 1483) adalah seorang Khalifah Abbasiyah di KairoMesir pada tahun 1455-1479.
Ia dilantik sebagai khalifah setelah saudaranya,Al-Qa'im II. Yang menjadi sultan saat itu ialah al-Asyraf Inal yang wafat pada tahun 865 H. Pengganti Inal adalah Ahmad, anaknya, dengan gelar al-Muayyid. Namun kesultanannya direbut oleh Khasqadam. Khasqadam resmi diangkat oleh khalifah sebagai sultan setelah penangkapan al-Muayyid bulan Ramadhan. Gelarnya adalah azh-Zhahir. Ia menjadi sultan hingga wafat padaRabiul awal 872 H.


15
Al-Mutawakkil II
(1479-1497M)

Abu al-'Izz Abdul Aziz al-Mutawakkil 'Alallah bin Ya'qub bin al-Mutawakkil 'Alallah (lahir pada tahun 819 H, wafat pada hari Rabu, 30 Muharram 903H/27 September 1497) adalah seorang KhalifahAbbasiyah di KairoMesir pada tahun 1479-1497.
Al-Mutawakkil II dibesarkan secara terhormat, banyak dimintai pendapat. Akhlaknya yang mulia membuat dia sangat dicintai masyarakat dan para pembesar. Dikenal sebagai khalifah yang rendah hati, perilakunya menyejukkan, dan wajahnya selalu ceria saat bertemu siapa pun. Ia juga memiliki wawasan yang luas, banyak menggeluti ilmu. Ia pernah belajar kepada ayah dari as-suyuthi dan kepada yang lain. Dia dinikahkan oleh pamannya Al-Mustakfi III dengan putrinya sendiri yang kemudian melahirkan anak yang saleh. Dengan demikian ia adalah Bani Hasyim di tengah Bani Hasyim.
Ketika Al-Mustanjid II menderita sakit dalam waktu lama, ia mewasiatkan kekhalifahan kepadanya. Maka hari Senin, 16 Muharram 884H, ia langsung dilantik sebagai khalifah setelah al-Mustanjid wafat. Pelantikannya dihadiri oleh sultan, para hakim dan para pembesar. Awalnya ia ingin menyandang gelar al-Musta'in Billah, tetapi akhirnya ia memilih gelar al-Mutawakkil 'Alallah. Dengan diiring oleh para hakim dan para pembesar, ia kembali ke kediamannya. Hari itu merupakan hari yang sangat bersejarah baginya. Tetapi kemudian ia kembali ke benteng, tempat yang pernah menjadi kediaman al-Mustanjid.[2]
  • Pada tahun ketika ia dilantik, al-Malik al-Asyraf Qaytbay mengadakan perjalanan ke negeri Hijaz untuk menunaikan ibadah haji. Ini adalah peristiwa penting karena lebih dari seratus tahun para sultan tidak pernah melakukan ibadah haji. Ia memulai perjalan hajinya dengan ziarah keMadinah. Setelah membagi-bagikan uang sebesar enam ribu dinar di Madinah, ia pergi ke Mekkah dan membagikan uang sebanyak lima ribu dinar. Dia lantas menunjuk orang yang akan mengajar di sekolah yang ia bangun. Usai menunaikan ibadah haji, ia pulang ke Mesir. Kota-kota di Mesir dihias untuk menyambut kepulangannya.
  • Pada tahun 885 H, tentara Mesir pimpinan Dawadar bergerak menuju Irak. Mereka bertemu dengan pasukan Ya'qub Syah. Dalam pertempuran ini tentara Mesir kalah. Sebagian dari mereka terbunuh, sedang sebagian lainnya ditawan. Dawadar sendiri ditawan dan kepalanya dipenggal. Peristiwa ini terjadi pada paruh kedua Ramadhan.
  • Ahad, 17 Muharram 886 H, terjadi gempa bumi hebat usai salat Ashar. Gunung-gunung dan bangunan-bangunan bergoncang. Sekalipun gempa itu tidak berlangsung lama, namun memakan korban dengan meninggalnya hakim agung Syarafuddin bin Id, salah seorang ulama besar mazhab Hanafi karena tertimpa reruntuhan tembok madrasah as-Saleh.
  • Pada bulan Rabiul awal di tahun yang sama, seseorang yang bernama Khaki dariIndia datang ke Mesir. Ia mengaku berumur dua ratus lima puluh tahun. As-Suyuthi menemuinya, dan menanggapnya bahwa pria tersebut merupakan pria yang sangat kuat, semua jenggotnya hitam, sehingga secara logika tidak mungkin umurnya sudah tujuh puluh tahun, lebih-lebih jika telah mencapai dua ratus lima puluh tahun. Menurut as-Suyuthi pria tersebut telah berdusta. Menurut kabar tersiar yang didengar oleh as-Suyuthi, katanya, ia juga telah menunaikan ibadah haji pada usia delapan belas tahun. Lalu ia kembali ke India.
  • Pada bulan Syawal di tahun yang sama, datang surat dari Madinah yang mengabarkan bahwa pada malam 13 Ramadhan ada petir dari langit menyambar menara tempat adzan, bahkan membakarnya petir itu menjatuhkan atas Masjid Nabawi dan menghanguskan sejumlah kitab, sehingga yang tersisa hanya tembok. Ini adalah kejadian yang begitu menakutkan.
  • Hari Rabu, 30 Muharram tahun 903 H, khalifah wafat. Ia mewasiatkan jabatan khalifah kepada putranya yang bernama Ya'qub dengan gelar al-Mustamsik Billah.
16.
Al-Mustamsik
(1497-1508 M)
(1516-1517 M)


Nama aslinya adalah Yaqub bin Al Mutawakil II. Ayahnya adalah Khalifah Al Mutawwakil II
Ketika Al Mutawakil wafat pada Rabu Akhir Muharram 903 H / Septem-ber 1497, ia dibaiat menjadi Khalifah sesuai dengan wasiat ayahnya dengan gelar Al Mustamsik Billah. Beliau memerintah sampai tahun 1508, kemudian digantikan oleh putranya, Muhammad yang bergelar Al Mutawakil III. Tetapi pada tahun 1516, ketika Khalifah Al Mutawakil tidak berada di Mesir dan berada ditangan Sultan Salim, beliau dinaikan kembali menjadi Khalifah. Kekhalifahnannya yang kedua itu berlangsung singkat, karena tak lama kemudian beliau diturunkan kembali setelah Sultan Salim menaklukan Mesir. Beliau sendiri akhirnya wafat pada tahun 1521 M.
17
Al-Muwakkil III


Muhammad al-Mutawakkil 'Alallah III berkuasa1509 hingga 1516, dan kembali pada tahun 1517, adalah khalifah terakhir Bani Abbasiyah yang beribukota di Kairo. Beliau bernama asli Muhammad, merupakan putra dari Khalifah Al Mustamsik.
Ia dibaiat menjadi Khalifah setelah pencopotan Khalifah Al Mustamsik pada tahun 1508. Diawal Kekhalifahannya ini terjadi Perang Chaul antara Armada Portugis yang dipimpin Lourenço de Almeida dengan Armada Mesir. Dalam perang ini armada Portugis berhasil dikalahkan dan pimpinannya terbunuh, tetapi pada tahun berikutnya Armada Mesir beserta sekutunya dikalahkan dalam Perang Diu sehingga Pelabuhan Diu direbut oleh Francisco de Almeida dari Kesultanan Gujarat. Beberapa tahun setelah itu, Afonso de Albuquerque merebut Aden, sedangkan pasukan Mesir menderita malapetaka di Yaman. Sultan Al-Ashraf Qansuh al-Ghawri kemudian mempersiapkan armada baru untuk mengusir musuh dan melindungi pedagang India, tetapi sebelum hasilnya diketahui, Mesir telah kehilangan kedaulatannya, dimana Laut merah serta Mekah dan Semenanjung Arabia jatuh ketangan Kesultanan Usmaniyah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar